Untuk kedua kalinya balik ke Jogja lewat jalur ini. Menurutku sih spesial karena ga cuma sekedar lewat aja, tapi ada nilai lebih di dalamnya.
Salam Beres, pemirsa. Pibe kabare? Sehat? Semoga tetep sehat yah. Semoga tetep setia dengan pasangan masing-masing. Hohoho... bagi yang udah punya pasangan.
SEJARAH, satu kata yang pastinya penting buat orang-orang bahkan suatu negara. Bisane? karena dari sejarah itu kita bisa belajar banyak untuk generasi saat ini dan selanjutnya . pasyine ben dadi luwih apik.
"Lewat Kebasen brati metu dalan sing bekase jalur KA SDS yah?"
Yups, lewat Kebasen melalui eks jalur KA SDS, sekalian niliki trowongan n jalur layang, progrese kaya apa. Kali ini ga mampir di Terowongan Notog karena terlalu bolak balik. So, langsung dari Pasar Patikraja menuju Kebasen.
Bareng Mbah Sodik, selama perjalanan ngobrol ini itu. Selain sejarah kereta api, ada sejarah lain yang lebih melekat di wilayah kebasen dan sekitarnya, khususnya di Kabupaten Banyumas. Sayangnya belum banyak yang aku dapatkan tentang itu, namun aku juga paham salah satu cerita yang terkenal di daerah Banyumas adalah Kamandaka.
Makanya kalo sekarang ada kereta Kamandaka jurusan Purwokerto s.d Semarang via Tegal, dengan menyuguhkan pemandangan hutan, gunung, sawah, lautan bahkan jalan tol dan perumahan penduduk.
Pemandangan sepanjang jalur ini sebenarnya lebih banyak melewati area hutan, namun ada beberapa bagian yang melewati kebun dan rumah penduduk walaupun tak terlalu mendominasi. Di jalur ini tu ada satu tempat yang pemandangannya menurutku sih sempurna buat foto-foto khususnya foto kereta lewat jembatan.
Pertama di jalan lintas Patikraja-Kebasen sendiri, spot jembatan kereta api di sungai Serayu jadi salah satu spot spesial karena bukan hanya keliatan jembatannya aja, tapi juga bukit, sungai dan hijaunya pepohonan dan tanaman rambat di sekitar sungai serayu.
Aslinya ada lagi spot yang bagus, puncak watu meja, yang jadi salah satu tempat hits buat kaula muda. Sayangnya tujuan kita ga kesitu jadi ya ga brusaha buat nyari.
Kalo perkembangan terowongan sendiri malah ga terlalu keliatan yah, karena emang masih proses pengeboran. Tapi kalo jalan layangnya sudah keliatan pembuatan pondasi dan bakal tiangnya.
Kayaknya itu aja yang bisa aku ceritakan. Keliatan serius banget yah. Emang iya sih, pas lagi serius. Nilai-nilai yang bisa jadi pembelajaran sudah aku selipin di tulisan di atas, so ga perlu tak tulis lagi lah ya.
Intinya, jangan lupakan sejarah. Jadikan perjalananmu sebagai media pembelajaran dan penambahpengetahuan khususnya sejarah. Nek pas lagi selo ya bro, nek buru-buru ta ya wis jalan bae ya kena sing penting ati-ati.
Demikian, terima kasih sudah menyempatkan membaca. Kurang lebihnya mohon maaf. Kalo ada yang mau nitip cerita monggo.
Ohya, ingetin aku ya gaes, mau tak kasih foto2nya nih ntar tiap postingan biar tambah seru ceritanya. Makasih, semogatetep sehat dan apa yang kalian inginkan tercapai, SALAM BERES.
Nur Azmi AB
Sleman, 2 September 2018
dijadwalkan ke 1 September 2018
Kata kunci: JALUR KA SDS, lembah serayu, watu meja, jembatan kali serayu, notog, kebasen, terowongan
Comments
Post a Comment